Pages

All About Friend and Love :) [part 1]

                “Nana, berangkat yuuk”, teriak seorang cewek berbaju putih abu-abu di depan sebuah rumah sederhana.
            “Bentar ya Cha, Nana-nya mungkin masih sarapan”, jawab seorang ibu yang sedang menyiram bunga mawar.
            “Eh tante. Pagi te, makin sayang aja nih sama mawar-mawarnya”
            Iya Cha, ini kan warisan turun temurun. Ntar-ntar Nana juga harus gini.”, ujar ibu itu sambil tersenyum
            “Bun, Nana berangkat dulu ya.”, Nana yang keluar sambil menuntun sepeda langsung menyambar tangan Bundanya dan menciumnya lalu menarik tangan Icha keluar.
            “Berangkat dulu ya te, assalamualaikum.”
            “Waalaikumsalam”

***

            Adzro’ Ghaisani Farzana, biasanya sih aku dipanggil Nana. Aku siswi di sebuah SMA favorit di Mojokerto. Yang tadi itu Alyssa Saufika Umari, biasanya  aku manggil dia Icha. Baru kenal pas masuk SMA sih, soalnya dia pindahan dari Jogja. Tapi kita udah akrab banget, sama Bunda Ayah juga.
            “Na, ini falshdiskmu bukan? Aku kemarin nemu di swekretariat OSIS.”, Revan, partnerku di OSIS menyodorkan sebuah flashdisk bergantungan huruf FF padaku.
            “Iya Van, makasih yaa.”, aku mengambil flashdik itu lalu melanjutkan catatanku lagi.
Drrrt….drrrrt…

From : Ardhi

Jangan lupa ntar jam 2 rapat BPH di SO !! Forward

            “Ya ampun Cha, sory aku ntar nggak bisa ikut kerja kelompok. Aku ada rapat ntar.”, kataku memelas.
            “Oo, yaudah. Nggak apa-apa kok. Tapi ntar abis rapat ke rumahku yaa? Kali aja bisa bantu bikin laporan.”
            Begitulah Icha, dia selalu memahami kesibukanku di OSIS. Walaupun hanya sebagai sekretaris I, kesibukanku tak kalah dengan kesibukan Ketua Umum.
            “Makasih ya Cha.”
            “Sama-sama Na.”

***

                        << FLASHBACK ON>>
            “Za, aku besok mau pergi ke Jambi.”, kata seorang anak laki-laki yang sedang mendorong ayunan.
            “Ngapain?, Tanya seorang anak perempuan yang sedang duduk di ayunan.
            “Nggak tau.”, jawab si anak laki-laki pasrah.
            “Lama yaa?”
            “Mungkin.”
            Yaudah, hati-hati aja deh Riz.”
            “Iyaa.”
                        <<FLAHBACK OFF>>

Ingatanku tiba-tiba kembali pada kejadian 10 tahun yang lalu. Fariz, seorang teman masa kecilku. Sejak masuk SD aku kenal dia. Tapi belum genap setahun sekolah SD, dia sudah pindah. Dia bak malaikatku. Dialah yang menolongku saat aku dipalak oleh kakak kelasku. Dia juga yang menemaniku saat di-strap karena tidak mengerjakan PR walaupun dia sudah mengerjakan PR. Hemh, Fariz. Aku benar-benar merindukannya. Di mana ya sekarang anak itu?
Tok... tok...tok...
“Masuk”, kataku
“Lagi belajar Gei?”, tanya Bunda saat masuk kamarku.
“Engga kok bun. Emang ada apa?
“Bunda mau ngomong bentar kok.”, Bunda mengambil posisi di sebelahku.
“Emang ada apa sih Bun?”, aku makin antusias mendengar Bundaku.
“Itu, di komplek kita kan ada orang pindahan dari Padang. Dia punya anak kecil, cowok. Si anak nggak mau sekolah tapi Papanya keukeuhpengen anaknya sekolah. Akhirnya Mamanya ambil jalan tengah yaitu ngeles privatin anaknya. Lalu Mamanya dapet kabar kalo ada anak SMA cewek yang pinter dan telaten banget sama anak kecil yaitu kamu. Mamanya pun maunya kamu yang ngelesin anaknya. Kamu mau nggak?”, Bunda menjelaskanpanjang lebar.
“Bisa kok Bun, tapi tergantung waktunya juga sih.”, jawabku yakin.
“Yaudah, besok kamu ke rumahnya beliau aja, truss kamu musyawarahin waktunya.”, kata Bunda bijaksana.
TO BE CONTINUED ^^

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS