“hahaha belum puas lo ngerjain Viki sampe kayak gitu..??ejek Fifi dan Ayu.
“hehehe kayaknya belum,salah sendiri..siapa suruh kemaren dia ngempesin ban motor gue.”jawabku sambil melemparkan ban motor viki ke dalam gudang sekolah.
Hemm..sebelumnya aku Marisa,biasa dipanggil Risa,aku cewe kelas VII A yang terkenal tomboy pinter karate dan paling ganas kalo sama cowo resek.
Yahh…seperti yang uda kusebut diatas, aku emang paling benci sama yang namanya cowo, karna menurutku semua cowo sama. Resek, penipu, suka nggombal, nggak punya hati dan nggak bisa dipercaya. Eitss..tapi keterangan di atas nggak berlaku buat 5 orang sahabatku Mike,Endra,Raka,Andre dan Sulthon..hahaha sesuai dengan namanya Sulthon yang paling religious diantara kita berdelapan..lho..kok delapan..?? heheh iya..selain 5 cowo itu aku masih punya 2 sahabat cewe Fifi dan Sheila.
Hmmm…hari-hariku disekolah selain belajar dan ulangan..kuisi dengan berantem dan membasmi cowo resek di seluruh sekolah.intinya No single day without fighting..!
Tapi,diantara semua kekacauan itu,ada saat dimana aku ngerasa deg degan..dan panas dingin ga karuan..yaitu saat aku ketemu sama Billy cowo smart yang terkenal pendiem dan paling dingin sama cewe dan yang baru baru ini aku tau ternyata 5 sahabat cowo ku juga sahabatnya dia. Dan ini selalu, setiap aku ngeliat dia,dari jarak 10m , kata-kata manis uda aku siapin buat nyapa dia, tapi setelah dia ada di depan ku….
“Apa Lo Lihat lihat…!!!!!CUMI..! huhuh bukannya sapaan ramah,malah kata kata itu yang keluar dari mulutku. Yahh…mungkin itu satu-satunya cara buat nutupin rasa salting ku ke dia.
“Ris, elo suka ya sama dia?” Tanya Endra mengagetkanku.
“Dia? Siapa? Billy maksud mu?” jawabku yang langsung reflek nyeplos ga pakai mikir.
“Ehemm…tuh kan, padahal gue ga nyebut Billy lo, ciyee…” sindir Endra melanjutkan.
“ whatever !” jawabku ketus sambil berlari meninggalkan sahabat-sahabatku.
****
Malam itu seperti biasa aku duduk di tempat favoritku, pohon jambu. Yahh..pohon jambu, aku suka duduk di atas pohon jambu itu kalau lagi bosen dan pengen merenung.
“ Billy? Apa iya aku suka dia?ah Ga mungkin! Tapi apa coba artinya perasaanku yang ga karuan tiap ketemu dia ? apa namanya kalau bukan jatuh cinta? Aku jatuh cinta ”
“ astaghfirullah, anak gadis, malem-malem malah nangkring di atas pohon, lu mau apa disangka kuntilanak. Ayo turun!”
“Ih si Babe ngagetin aye aja, iya iya aye turun ah” dengan malas aku melompat turun.
Hari hari ku lambat laun berubah,aku jadi pendiem dan suka ngelamun,kepalaku penuh dengan pertentangan soal perasaanku.
“Ris,lo kenapa siih..?kok akhir akhir ini lo jadi pendiem..?Tanya Ayu yang datang bersama sahabat-sahabatku yang lain.
“Hemm gapapa kok..”jawabku dengan senyum memaksa.
“Pasti lo,nunggu ini…”sahut Endra sambil menyodorkan secarik kertas kepadaku.
“Apaan nih..?nomor Hp..??Buat apa..??
“Udah,simpen aja..trus lo tunggu deh kejutan ntar malem..”lanjut Endra.
7 sahabatku itu tersenyum penuh rahasia sambil berlalu meninggalkan aku yang kebingungan dengan sikap mereka.Nomor Hp..ntar malem..apa maksudnya..?
Pukul 19.00 berlalu…aku masih asyik duduk duduk diatas “singgasana pohon jambu”ku.aku masih melamun dan bertanya Tanya..apa maksud ucapan Endra tadi..katanya tunggu kejutan ntar malem..perasaan ini udah malem deh..mana kejutannya..?
“trink trink..SMS…”nada sms masuk di HPku.
Kulihat nomor pengirim yang tertera di layar Hpku..kayaknya aku kenal nomor ini.. aku lihat lagi secarik kertas yang diberikan Endra tadi siang.Ternyata nomor yang sama.Tapi pertanyaannya ini nomor HP siapa..?Kubaca isi pesan singkat itu
HAI MARISA.. J
Marisa :: INI SIAPA?!
Ktunggu beberapa menit..kemudian nada pesan masuk di Hpku kembali berbunyi.Nomor itu lagi..
HEMM..AKU BILLY..SORY KEMARIN AQ MINTA NOPE KAMU DARI ANAK ANAK..!
“What..!!!!”....
Debugg..!!!
…aku terjatuh dari pohon jambu karena kaget…
Semenjak malam itu aku harus pake tongkat bantu ke sekolah karena kakiku patah waktu terjatuh dari pohon jambu.Meskipun begitu,aku senang karena setiap hari Billy rajin telfonin aq,dan kadang kadang berbaik hati mau nganterin aq pulanng.Huhuhu senangnya hatiku….. ;P
Dan semua itu berlanjut sampai lebih dari 1 bulan,kakiq udah sembuh dan cukup kuat buat bawa motor sendiri ke sekolah.Tapi Billy tetap maksa buat nganter jemput aku setiap hari.
“Billy..kayaknya ini bukan jalan pulang deh..lo mau bawa gue kemana..”
“Gue mau ngajak lo ke suatu tempat..”jawab Billy singkat
Motor yang kita kendarai terus melesat. Suasana kota yang ramai berubah menjadi sejuk dan tenang. Kendaraan lalu lalang yang kulihat tadi berubah menjadi pepohonan yang rindang.lalu Billy menghentikan motornya.
“kita sekarang dimana..?”tanyaku sambil melihat keadaan sekeliling yang asing bagiku.
“ menurut lo ini tempat apa,?”jawabnya singkat
“Danau..??”jawabku bingung
Tanpa berkata apa-apa, dia meninggalkanku yang masih dengan wajah yang bingung.
“nih anak maunya apa sih..awas aja ya..walaupun gua suka sama lo..kalo lo brani macem macem gue bakal..”
“apa..?!!..”suara Billy mengagetkanku
“em..ah..eh..enggak kok.hehehe “jawabku salah tingkah
“ikut gue..” ajak Billy singkat
Gue nurut aja, meskipun hati gue serasa campur aduk. Bingung, takut, deg-degan. “Idiot! Dasar cowo aneh.” Teriakku dalam hati. Tapi aku suka dia. Yaa..aku cinta sama dia.
“ tuh liat !” ucap Billy dingin sambil menunjuk ke arah sebuah tulisan di pohon
“Billy love marisa”
Tulisan dibatang pohon itu.
“waah kerjaan siapa nih..?!! “tanyaku pura pura kesal
“kerjaan gua lah..gua suka sama lo..lo mau kan jadi pacar gua..”
Nih anak satu,nembak kok ga ada romantis romantisnya sih..huhuhuh
“kok diem..kalo lo diem berarti lo mau..”
::Hari pertama setelah jadian ::
“cuit cuit..yang baru jadian….
Selalu kata kata itu yang aku denger di sekolah keesokan harinya.
Telfon dari Billy::
“halo Marisa..sory ya hari ini gua ga bisa nganterin lo..gua ada urusan..”
“iya gapapa…gua naik angkot aja..”
Pukul 19.00
ku kirim pesan singkat ke Billy ::
HAI LAGI NGAPAIN
Setelah setengah jam menunggu
SORY GUA LAGI BELAJAR JANGAN GANGGU GUA DULU
::Hari ke Dua ::
Hari udah makin siang tapi Billy belum juga jemput aku seperti biasa.
Aku coba telfon aja deh..
“maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi..”
Kok malah di reject sih..yaudah mungkin dia sibuk.
Disekolah aku sama sekali nggak liat Billy..kemana sih nih anak satu..hilang tanpa jejak.
Sepulang sekolah aku langsung hang out sama sahabat-sahabtku tanpa nunggu dianterin pulang sama Billy.
Kita semua nongkrong di café favorit kami dan di tengah obrolan yang buat aku lupa sama rasa kesalku sama Billy
“marisa..liyat..itu bukannya Billy ya..?” teriak Sheila
“loh..kok dia boncengan sama cewek sich..”sahut ayu
Mike,Endra,Raka,Andre dan Sulthon hanya diam seribu bahasa.
Tanpa pikir panjang aku berlari keluar Cafetaria dan menghampiri mereka.
“OooH ini maksud lo sibuk..??! Dasar Cowo B*****”
Sebuah tinju ku layangkan ke wajahnya
“KITA PUTUS..!!!!”
Itu lah akhir dari kisah cinta ku,yang bikin aku makin kesel setengah mati sama cowo.Nggak lama setelah itu Billy pindah ke luar negri tanpa berkata apa apa,dia Cuma nitipin kartu hati ke Endra buat aku.
Maaf..
Hanya itu yang dia tulis.Dan setelah seminggu dia pergi Mike,Endra,Raka,Andre dan Sulthon menjelaskan semuanya,kenapa Billy jadi berubah dan kenapa dia harus pergi jauh ke luar negri.
Aku nagis waktu aku sadar bahwa sikap dia selama ini sengaja dia lakukan biar aku benci sama dia,Billy ternyata menderita Kanker otak dan dia harus menjalani operasi di luar negri.
Hari ini waktu aku nulis semua ini,udah 3 tahun semenjak kepergian dia..nggak pernah ada kabar apapun bahkan Mike,Endra,Raka,Andre dan Sulthon nggak pernah mau cerita apapun ke aku.Sekarang aku udah duduk di bangku SMA dan pindah ke luar kota,tapi aku akan tetap nunggu dia sampai kapanpun dia pulang,aku percaya dia selamat dari operasi itu,aku percaya dia akan sembuh,aku percaya dia akan kembali karena aku akan tetap menggu.Selamanya…
“pernah ada rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan..ingin kulupakan semua tentang dirimu namun tak lagi kan seperti dirimu oh kekasih..jauh kau pergi meninggalkan diriku disini aku merindukan dirimu..pernah kucoba mencai penggantimu namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku..”
TAMAT









0 komentar:
Posting Komentar